Memetik Keteladanan Rasulullah: Menanam Cinta, Menempa Karakter Mulia

Sidoarjo, 21 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam (PHBI), SDN Suruh sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan religi yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme dari seluruh warga sekolah, mulai dari jajaran guru, staf, hingga para siswa.

Peringatan Maulid Nabi ini digelar sebagai pengingat bersama akan pentingnya meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Suruh, Ibu Atik Purwati, S.Pd.S.D. menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi memiliki makna mendalam yang melampaui perayaan rutin.

"Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi acara seremonial atau perayaan tahunan belaka. Lebih dari itu, moment ini harus kita jadikan sarana introspeksi dan mawas diri. Mari kita cermati kembali akhlak dan perilaku kita sehari-hari, apakah sudah mencerminkan keteladanan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW," tutur Ibu Atik Purwati, S.Pd.S.D

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SDN Suruh tidak hanya memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan kasih sayang yang dicontohkan oleh beliau.

Selain perayaan keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SDN Suruh juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial rutin bulanan sekolah, yaitu program "Jumat Berkah".

Inisiatif ini hadir sebagai wujud nyata penanaman kepedulian sosial dan kepedulian terhadap sesama, selaras dengan ajaran kasih sayang yang diteladankan oleh Rasulullah SAW.

Bapak Agung Dwi Nugroho, S.Pd., selaku pemrakarsa kegiatan "Jumat Berkah", menguraikan bahwa program ini mengusung konsep dasar "Dari Siswa, Oleh Siswa, dan Untuk Siswa".

"Melalui program 'Jumat Berkah', dana infak harian yang disisihkan oleh para siswa dikumpulkan dan dikonversi menjadi bantuan berupa barang kebutuhan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kembali kepada warga SDN Suruh yang membutuhkan," jelas Bapak Agung Dwi Nugroho, S.Pd. dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya keterlibatan dan kolaborasi aktif dengan pihak pengurus serta wali murid dalam pelaksanaan program ini. Pelibatan wali murid dilakukan guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.

"Program ini secara terbuka melibatkan perwakilan wali murid dalam pengawasannya. Hal ini bertujuan agar pengelolaan dan penyerahan bantuan dana infak berjalan secara transparan, tepat sasaran, serta terhindar dari kecurigaan maupun kesalahpahaman," tambahnya.

Melalui sinergi antara nilai keagamaan dan aksi sosial ini, SDN Suruh berharap dapat membiasakan peserta didik untuk senantiasa berbagi sejak dini sekaligus mempererat tali silaturahmi serta keterbukaan antara sekolah dan orang tua murid.

Sambutan oleh Ibu Kepala Sekolah SDN Suruh
Penyaluran kegiatan Jumat Berkah

Suasana khidmat nan semarak langsung terasa sejak awal acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SDN Suruh. Kegiatan ini diawali dengan penampilan memukau dari tim Al-Banjari ekstrakurikuler SDN Suruh di bawah bimbingan pembina Maulana Wahyu Nugraha, S.Pd.

Dengan iringan tabuhan terbang yang harmonis, seluruh siswa dan dewan guru diajak untuk melantunkan sholawat bersama, membasahi bibir dan mengagungkan nama Nabi Muhammad SAW. Dalam penjelasannya, Maulana Wahyu Nugraha, S.Pd. menyampaikan sebuah kutipan ulama mengenai keutamaan membaca sholawat:

“وَأَنَّ جَمِيعَ الْأَعْمَالِ مِنْهَا الْمَقْبُولُ وَمِنْهَا الْمَرُودُودُ إِلَّا الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”

"Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu ada yang berpotensi diterima dan ada yang tertolak, kecuali sholawat kepada Nabi SAW (yang pasti diterima)."

Beliau menekankan pentingnya membiasakan anak-anak melantunkan sholawat sejak dini sebagai bentuk kecintaan hakiki kepada Rasulullah SAW.

Tak hanya larut dalam lantunan sholawat, keceriaan dan rasa bangga turut mewarnai acara saat Ananda Salwa, siswi kelas 5 SDN Suruh, naik ke atas panggung untuk menampilkan Pilihan Dai Cilik (Pildacil).

Membawakan tema “Maulid Nabi: Ayo Berakhlak yang Baik Seperti Nabi”, Salwa tampil percaya diri. Dengan penyampaian yang tegas, diselingi humor khas anak-anak yang menyegarkan, pesan-pesan moral tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari berhasil tersampaikan dengan sangat baik dan mengena di hati para pendengar.

Sinergi antara pembiasaan ibadah melalui sholawat dan wadah ekspresi bakat siswa seperti Pildacil ini makin mempertegas komitmen SDN Suruh dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, percaya diri, dan berprestasi.

Keharmonisan dan kekhidmatan acara semakin terasa saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan oleh dua siswa berprestasi kelas 5, yaitu Ananda Daren dan Ananda Mufida.

Dengan suara yang merdu dan tartil, keduanya membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengagungkan sosok dan keagungan karakter Nabi Muhammad SAW. Lantunan ayat suci tersebut membawa suasana haru sekaligus menyejukkan hati seluruh warga sekolah yang menyimak dengan penuh khidmat.

Kehadiran penampilan tilawah dari para siswa ini menjadi bukti nyata komitmen SDN Suruh dalam membina potensi dan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an sejak dini.

Pembacaan Sholawat
Penampilan PILDACIL ananda Salwa kelas 5
MC
Pembacaan ayat suci Al Qur'an

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin dengan khusyuk demi keselamatan, keberkahan, dan kemajuan seluruh keluarga besar SDN Suruh.

Usai doa dilantunkan, suasana kekeluargaan seketika berubah menjadi lebih hangat—dan ceria—saat memasuki sesi yang paling ditunggu-tunggu: Tasyakuran Makan Tumpeng Bersama. Seluruh siswa, siswi, hingga bapak dan ibu guru duduk berbaur lesehan menikmati hidangan tumpeng yang telah disiapkan.

Khusus hari ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang sengaja "diliburkan" sementara demi memberi jalan kepada sang bintang utama: nasi tumpeng! Perut kenyang, hati senang, dan rasa kebersamaan pun makin erat. Tradisi potong tumpeng dan makan bersama ini menjadi simbol rasa syukur yang sempurna untuk menutup perayaan Maulid Nabi di SDN Suruh.

Tags :
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *