Sebuah puisi karya:
Maulana Wahyu Nugraha
Guru PAI dan BTQ SDN Suruh
Terbit fajar, kaki melangkah.menghirup embun pagi yang datang
penuh dengan harapan indah.matahari bersinar indah, udara bertabur mesra,
burung yang berkicau menyambut diri
yang siap menjemput bekal hidup.pengetahuan dengan berdasar akhlak yang mulia,
untuk dunia agar lebih mesra dan bahagia.
ilmu bagaikan arah hidup,
dan akhlak bagaikan bekal hidupilmu tanpa akhlak seperti mati ditengah jalan,
akhlak tanpa ilmu hanya berisi ketersesatan.
dua hal yang jadi pedoman hidup,
untuk merubah dunia melalui hal yang paling mendasar.menghargai perbedaan
dan mengajarkan apa yang belum dapat terajarkan.
keindahan ilmu jauh lebih sempurna
dengan akhlak yang mulia.akhlak yang mulia
jauh lebih indah dengan ilmu yang bermanfaat.
keduanya bagaikan tali kesinambungan
yang tak dapat terpisahkan.carilah, dekaplah, rawatlah, dan tebarlahhal baik itu
dengan cara yang baikhal baik dengan ilmu,
cara yang baik dengan akhlak.
baru kita mulai berbicara
peradaban yang lebih baik kedepannya
penuh dengan harapan indah.
burung yang berkicau menyambut diri
yang siap menjemput bekal hidup.
untuk dunia agar lebih mesra dan bahagia.
dan akhlak bagaikan bekal hidup
akhlak tanpa ilmu hanya berisi ketersesatan.
untuk merubah dunia melalui hal yang paling mendasar.
dan mengajarkan apa yang belum dapat terajarkan.
dengan akhlak yang mulia.
jauh lebih indah dengan ilmu yang bermanfaat.
yang tak dapat terpisahkan.
dengan cara yang baik
cara yang baik dengan akhlak.
peradaban yang lebih baik kedepannya