SD Negeri Suruh-Kepala SD Negeri Suruh Ibu Atik Purwati S.Pd menuturkan bahwa di dalam ruang lingkup pendidikan selain di ajarkan tentang ilmu pengetahuan, siswa juga di latih untuk melatih perasaan agar lebih peka terhadap dinamika sosial yang ada. serta sebagai langkah lanjutan dari pelatihan Bapak/Ibu guru yang sesuai dengan tujuan pendidikan yakni UU 20 tahun 2003. yang salah satu tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa serta menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia.
Kegiatan jumat berkah di laksanakan oleh kelas 4A yang di pelopori oleh wali kelas dari kelas 4A yakni Bapak Agung Cahyo Nugroho S.Pd. Kegiatan Jumat Berkah di kelas 4A berlangsung dengan penuh antusias dan kebersamaan. Program ini dipelopori oleh wali kelas 4A, Bapak Agung Cahyo Nugroho, S.Pd., yang sejak awal memiliki visi untuk menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada para siswa. Dengan bimbingan beliau, kegiatan ini menjadi rutin setiap hari Jumat dan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh seluruh murid.
Pada setiap pelaksanaan Jumat Berkah, siswa-siswa kelas 4A dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang masing-masing memiliki tugas berbeda. Ada yang menyiapkan paket makanan, ada yang bertugas merapikan dan mengemas, dan ada pula yang bertanggung jawab untuk membagikan kepada warga sekolah atau masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang kerja sama, disiplin, dan empati sejak dini.
Bapak Agung Cahyo Nugroho, S.Pd. selalu memberi arahan dan teladan, tidak hanya dalam aspek teknis kegiatan, tetapi juga dalam menanamkan makna di baliknya. Beliau menekankan bahwa Jumat Berkah bukan sekadar membagikan sesuatu, melainkan bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah serta latihan untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama. Arahan tersebut membuat para siswa termotivasi dan memahami bahwa berbagi adalah perbuatan mulia yang harus dibiasakan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi penerima, tetapi juga bagi murid kelas 4A sendiri. Banyak dari mereka yang menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, lebih berani tampil membantu, dan lebih terlatih bekerja dalam kelompok. Jumat Berkah pun menjadi sarana pembentukan karakter yang efektif sekaligus menciptakan suasana kelas yang harmonis dan penuh kebersamaan.
Dengan dukungan penuh dari Bapak Agung dan semangat para siswa, kegiatan Jumat Berkah di kelas 4A diharapkan dapat terus berjalan dan menginspirasi kelas-kelas lain untuk melakukan program serupa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak dan menjadi salah satu pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan mereka